www.analisis-saham.com

June 10, 2009

Simple TA for Easy Trading: Jakarta 15 Agustus 2009

Filed under: Artikel WISDOM — analis @ 10:02 am

1

June 4, 2009

FENOMENA GELOMBANG CINTA: ANALOGI BURSA SAHAM

Filed under: Artikel WISDOM — Tags: — analis @ 10:47 am

Ketika saya menulis artikel ini, bursa tanaman bernama “Gelombang Cinta” atau Wave of Love sedang mengalami permintaan yang besar. Bahkan beberapa analis tanaman menyatakan harga akan naik karena ada beberapa variasi baru yang akan membantu menjaga kestabilan harganya. Pergerakan harga tanaman ini benar-benar menarik, mengingat sebelumnya harganya tidak ‘segila’ saat ini.

Dalam bursa saham, fenomena itu sebenarnya biasa terjadi pada saham-saham ‘gorengan’. Saham suatu perusahaan bisa naik secara signifikan padahal tidak ada isu fundamental yang relevan, namun lebih banyak karena panic buying atau naik karena persepsi investor. Biasanya, setelah pergerakan kenaikan harga kehilangan momentumnya, harga akan merosot sama dengan sebelumnya. Jika diminta menganalogikan pergerakan harganya, saya kira roller coaster adalah contoh yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa harga saham bisa naik dengan cepat dan turun dengan cepat juga. Pastilah akan menguras energi investor karena jantungnya berdetak keras di atas rata-rata.

Perubahan harga senantiasa terjadi karena adanya permintaan (pihak yang ingin membeli) dan penawaran (pihak yang ingin menjual). Harga terbentuk dari ‘peperangan’ antara pihak yang menganggap harga sudah terlalu mahal (penjual) dan pihak yang menganggap harga masih murah (pembeli). Begitulah harga terbentuk, sehingga harga mencerminkan ekspektasi pasar, optimisme/pesimisme pasar, dan juga mencerminkan emosi pasar. Semakin banyak yang ingin membeli pastilah harga akan naik, namun jika semakin banyak yang menjual maka harga akan turun. Seandainya ada pihak formal yang mendokumentasikan harga pasar hariannya, saya akan mendaftarkan diri untuk menganalisis grafik dari pergerakan harga tanaman gelombang cinta ini. Sehingga dengan data tersebut kita bisa menganalisis pergerakan harga (tanaman gelombang cinta). Di bursa saham (juga bursa komoditas) analisis ini dikenal dengan nama analisis teknikal.

Dalam hal pembentukan harga, ada pihak-pihak yang sangat kuat dalam membentuk persepsi pasar, antara lain pendapat ahli, riset terbaru, atau mungkin juga konspirasi para bandar (orang yang memiliki dana besar). Benarkah harga pasar tanaman gelombang cinta naik karena permintaan yang riil atau hanya permintaan semu.

Jika memang nilai tanaman naik karena adanya temuan baru yang menunjukkan adanya manfaat ekonomi yang belum diketahui sebelumnya, maka menurut saya, akan terjadi peningkatan nilai intrinsik dari gelombang cinta. Nilai intrinsik inilah yang akan membuat nilai tanaman gelombang cinta akan tetap stabil dalam jangka panjang.

Sedangkan yang dimaksud permintaan semu adalah permintaan harga yang dibuat oleh pihak tertentu atau hanya karena spekulasi pasar. Banyak pebisnis baru tanaman gelombang cinta yang hanya tertarik untuk buy low sell high atau buy high sell higher. Ibarat bola yang dilempar ke atas ada satu titik balik dimana bola tersebut kehilangan momentumnya dan jatuh ke tanah. Mungkinkah itu terjadi pada gelombang cinta?

Kemungkinan kejadian lainnya adalah terjadinya corner. Dalam praktek di bursa saham, pihak-pihak yang ingin memainkan harga (biasanya disebut sebagai Bandar) berusaha untuk menguasai suatu saham (missal saham gelombang cinta) yang ada di pasar, kemudian mereka ‘menghembuskan’ rumor bahwa harga saham gelombang cinta akan ‘ditarik’ sampai dengan nilai tertentu. Ketika beberapa orang ingin membelinya, peredaran saham di pasar sudah langka, sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan permintaan dan harga akan naik ‘setinggi langit’. Mungkinkah corner ini terjadi pada tanaman gelombang cinta?

Anggap saja ilustrasi berikut ini adalah imajinasi saya, Anda boleh percaya atau tidak percaya. Ceritanya adalah sebagai berikut:

Para Bandar tanaman sedang makan siang bersama. Pada kesempatan itu mereka berdiskusi untuk menentukan apa harga tanaman yang akan mereka ‘mainkan’. Akhirnya mereka memilih gelombang cinta. Lalu bagaimana caranya? Tanya salah satu Bandar tersebut. Bandar yang palingg senior menyampaikan bahwa mereka membentuk konsorsium untuk ‘menghabisi’ tanaman gelombang cinta yang ada di pasar dengan harga yang masih murah, akibatnya tanaman itu tanaman itu tidak banyak beredar di pasar alias langka. Setelah mereka meyakini adanya kelangkaan itu, maka melalui konspirasi ini mereka membuat rumor atau ‘permintaan semu’. Beberapa orang yang ‘panic buying’ berusaha untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk memburu tanaman tersebut. Secara perlahan, para Bandar melepas sedikit demi sedikit tanaman gelombang cinta dengan harga yang jauh di atas harga beli mereka.

Apakah nantinya harga tanaman ini akan tetap stabil diharga yang tinggi? Mari kita tunggu bersama-sama apakah ini benar-benar seperti saham ‘gorengan’ atau saham blue chip.

SELAMAT MENIKMATI GELOMBANG KESUKSESAN ANDA!!!!

Dipublikasikan Bulan November 2007, di Kontan

MELAWAN GRAVITASI KESUKSESAN

Filed under: Artikel WISDOM — analis @ 10:41 am

Beberapa tahun yang lalu, saya mendengar cerita yang menarik dari sahabat saya, ceritanya adalah sebagai berikut:

Ada seorang suami dan istri melakukan perjalanan dari kota A ke kota B. Mereka membawa sebuah sepeda yang tidak memiliki tempat boncengan.

Pada awal perjalanannya, istri menaiki sepeda dan suami berjalan kaki. Melihat hal tersebut, orang-orang di sekitarnya mencemooh wanita itu sebagai wanita yang tidak menghormati suaminya.

Mendengarkan gunjingan itu, si wanita turun dari sepeda dan meminta suaminya untuk menaiki sepeda. Di tempat yang lain orang membuat gunjingan yang tidak jauh berbeda, mereka menganggap bahwa sang suami adalah orang yang tidak tahu malu. Gunjingan tersebut menyatakan harusnya si istri yang naik sepeda bukan suaminya.

Karena saking jengkelnya kedua pasangan tersebut mendengarkan omelan orang di sekitarnya, maka mereka berdua sepakat membuang sepeda tersebut ke tempat sampah dan akhirnya mereka berjalan kaki sampai dengan kota tujuan. Meskipun sudah melakukan upaya terakhir, orang—orang yang tahu bahwa mereka membuang sepedanya juga mengatakan hal yang tidak jauh berbeda, ‘Bodoh sekali pasangan itu, sudah memiliki sepeda, kenapa tidak digunakan bergantian saja untuk menghemat energi.

Apa makna dari cerita itu?

Menurut saya cerita itu menggambarkan kehidupan kita sehari-hari. Dalam beberapa hal kita sering mendengarkan input negatif, kritik yang menghancurkan semangat, dan sejenisnya. Anehnya, meskipun kita sudah tahu hal seperti itu akan selalu terjadi, kadang-kadang kita terpengaruh dan mengikuti arus negatif tersebut. Bahkan beberapa dari orang yang saya kenal memikirkan input negatif itu hingga berhari-hari sampai mereka stress sendiri. Itulah yang dinamakan sebagai gravitasi kesuksesan.

Kesuksesan ada di atas kita, dan gravitasi menarik kita dari bawah. Kita bisa ‘terbang’ ke atas jika kekuatan ‘mesin pendorong kesuksesan’ kita lebih besar daripada daya tarik gravitasinya.

Untuk itulah kita membutuhkan penangkal arus negatif, jika tidak, kita akan selalu menjadi seperti sepasang suami istri pada cerita di atas.

Benar-benar aneh tapi nyata, namun memang itulah yang terjadi, bahwa kita memang lebih memikirkan apa yang dikatakan orang lain daripada memikirkan apa yang kita inginkan atau yang kita impikan. Apakah Anda juga merasakannya? Mungkin tidak semuanya, namun saya yakin beberapa dari Anda pernah mengalaminya.

Apakah ketakutan seperti itu wajar? Menurut Napoleon Hill (seorang penulis buku motivasi yang legendaris), takut dikritik adalah salah satu dari 6 jenis ketakutan yang menghantui hidup manusia. Dia juga menyatakan bahwa alam memberikan kita kemampuan untuk mengendalikan apa yang disebut sebagai PIKIRAN. Segala sesuatu yang manusia ciptakan berawal dengan sebuah impuls pikiran. Kepuasan atas hasil yang kita capai, kebahagiaan yang kita rasakan dan ketenangan pikiran kita adalah hasil pengendalian imajinasi yang kita ciptakan dalam benak kita. Hal itu akan mempermudah kita memahami prinsip bahwa KETAKUTAN juga dapat dikuasai dan dikendalikan. Jadi jika Anda merasakannya, jangan kuatir, karena ketakutan itu hanyalah imajinasi negatif yang Anda ciptakan sendiri.

Penulis hebat lainnya, bernama Dale Carnegie, menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan kritikan. Kritikan membuat banyak orang merasa tidak nyaman bahkan mungkin akan menanamkan ketakutan dan kejengkelan dalam diri orang yang dikritik. Hal ini perlu disadari, karena pada dasarnya setiap orang memiliki self-defense mechanism atau mekanisme pertahanan diri dari setiap serangan pihak luar, termasuk kritikan.

Cara yang terbaik untuk menang dalam sebuah perdebatan (perdebatan berbeda dengan diskusi) adalah dengan tidak memulainya, karena ketika Anda merasa menang dalam perdebatan sebenarnya Anda juga mengalami ‘kekalahan jangka panjang’. Jadi ketika Anda mendapatkan gunjingan atau kritikan dengarkanlah dengan sungguh-sungguh tanpa perlu membalas kritikan tersebut. Dengarkan dengan mata hati agar Anda tetap mengarah kepada visi hidup Anda, karena mungkin mereka yang benar. Mudahkah itu? Tentu saja tidak semudah itu tulisan ini, dan saya sendiri juga belajar untuk bisa melakukannya dengan lebih baik. Namun saya yakin, dengan berlatih melakukannya (learning by doing) saya pasti bisa. Begitu juga dengan Anda.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa cerita di atas menunjukkan bahwa hal-hal psikologislah yang membuat hidup manusia menjadi kompleks. Manusia bukan mesin yang bisa bersikap 100% obyektif, manusia memiliki subyektivitas. Sehingga ketika Anda memiliki suatu impian, memiliki suatu visi, atau target dalam kehidupan Anda dan Anda berjalanlah menuju ke arah itu, banyak sekali tantangan psikologis yang sangat mengganggu keyakinan kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bersikap rendah hati dan mengurangi ego kita akan sangat banyak membantu ketika kita menerima gunjingan orang lain. Seperti cerita sebelumnya, seandainya suami istri itu mau rendah hati dan menyisihkan sedikit ego mereka, mereka bisa tetap membawa sepeda ke kota tujuannya.

Sebagai orang tua, saya merasa perlu untuk selalu menyalakan ‘mesin kesuksesan’ dalam diri saya dan diri mereka, sehingga kami sekeluarga bisa melawan gravitasi kesuksesan yang menghambat kami. Film Pursuit of Happiness yang dibintangi oleh Will Smith benar-benar menginspirasi saya tentang bagaimana kita harus melawan gravitasi kesuksesan yang selalu menghambat kita. Dengan segala keterbatasannya, ia berjuang untuk memperbaiki nasibnya demi masa depan anaknya.

Bagaimana dengan Anda? Apa ‘gravitasi kesuksesan’ Anda? Perjuangkanlah dengan segala daya upaya untuk menangkalnya, demi orang-orang yang Anda sayangi dan siapa saja yang membutuhkan kesuksesan Anda.

Nah, sekarang tinggal pilihan bagi kita, apakah kita akan terus menyalakan ‘mesin kesuksesan’ untuk menangkal gravitasinya dan mungkin menginspirasi orang yang ada di sekitar kita atau kita akan senantiasa menjadi ‘pencuri semangat’ orang lain yang mungkin akan menghancurkan impian orang lain.

Semoga sukses melawan gravitasi kesuksesan Anda.

(dipublikasikan di Tabloid Keluarga - Dedhy Sulistiawan - November 2007)

Powered by WordPress